Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada masyarakatnya. Kemampuan tersebut tumbuh seturut dengan perkembangan teknologi, ideologi, dan penyesuaian kelembagaan negara tersebut.
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pengangguran di Indonesia
Pengangguran
memang sudah tidak aneh lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, sampai sekarang
ini jumlah pengangguran di Indonesia masih banyak. Apa penyebabnya? Yang jelas,
pendidikan merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap
pengangguran. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya mendapat
pekerjaan. Sehingga mereka yang kurang keterampilan tidak bisa mendapatkan
pekerjaan tetap yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu
karakteristik Indonesia adalah bahwa angka pengangguran cukup tinggi yang
dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 15 sampai 24 tahun, jauh lebih tinggi dari
angka rata-rata pengangguran secara nasional. Mahasiswa yang baru lulus dari
universitas dan siswa sekolah kejuruan dan menengah mengalami kesulitan
menemukan pekerjaan di pasar kerja nasional. Hampir 55 juta dari 131.005.641
juta atau 40% jumlah tenaga kerja di Indonesia hanya memiliki ijazah sekolah
dasar saja.
Selain Faktor Pendidikan terdapat beberapa factor lain yang menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2018 saja ada 950 ribu lulusan sarjana dan diploma masih belum memiliki pekerjaan, jumlah itu sekitar 13% dari 7 juta jumlah pengangguran di Indonesia.
Beberapa faktor lain yang menyebabkan tingginya pengangguran di Indonesia:
A.
Minimnya Skill
Kurangnya kemampuan bukan cuma dialami oleh seseorang yang ngga berpendidikan tinggi, bahkan lulusan sarjana pun ternyata masih banyak yang minim akan kemampuan/skill. Misalkan saja lulusan sarjana Akuntansi yang tidak menguasi ilmu akuntansi, lulusan sarjana IT yang nggak bisa bikin program, web atau blog.
Kurangnya kemampuan bukan cuma dialami oleh seseorang yang ngga berpendidikan tinggi, bahkan lulusan sarjana pun ternyata masih banyak yang minim akan kemampuan/skill. Misalkan saja lulusan sarjana Akuntansi yang tidak menguasi ilmu akuntansi, lulusan sarjana IT yang nggak bisa bikin program, web atau blog.
B.
Standar
Terlalu Besar
Banyak yang belum memiliki
pengalaman kerja di bidangnya tapi sudah memiliki standar gaji yang tinggi. Masih
banyak pandangan jika kalau sudah jadi sarjana layak di beri gaji yang tinggi. Padahal
pemberian gaji itu bukan semata-mata karena tinggi rendahnya gelar yang di miliki
tetapi lebih kepada posisi pekerjaan dan prestasi yang telah dicapainya pada
sebuah perusahaan.
C. Banyak
Pekerjaan yang di Ambil alih oleh Orang Asing
Maraknya
penggunaan tenaga asing akhir-akhir ini juga bisa membuat lapangan pekerjaan
semakin sempit. Banyaknya tenaga asing yang masuk ke Indonesia bukan hanya di sector
managerial tetapi juga pada sector pekerja kasar(unskill). menurut KSPI(Konfederasi
Serikat Pekerja Indonesia) pada tahun 2018 terdapat sekitar 157ribu pekerjaan
asing yang masuk ke Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi atau Pembangunan Ekonomi yang lebih utama.
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan
pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya
pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur
ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu
negara. Jika sebuah negara hanya mengandalkan pembangunan ekonomi saja
tanpa pertumbuhan ekonomi, maka tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional
di masyarakat. Tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional maka
pembangunan tidak berjalan atau dapat diartikan tumbuh tanpa membangun.
Sedangkan yang dimaksud dengan Pertumbuhan ekonomi adalah
proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam
bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami
pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut.
Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan
ekonomi. Walaupun suatu negara telah mengalami pertumbuhan ekonomi, belum
tentu negara tersebut telah mengalami pembangunan ekonomi. Karena pembangunan
ekonomi mencakup hal yang lebih luas dibanding pertumbuhan ekonomi..
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi
lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan
tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih
bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat
perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai
sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan
ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi,
dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan
ekonomi. Jadi keduannya saling berkaitan dan sama-sama pentingnya. Dan
jika ditanya mana yang harus lebih didahulukan maka jawabannya adalah keduanya
harus dilaksanakan secara beriringan dan tidak dapat dipisah.
Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
dan Pembangunan Ekonomi:
1.
Faktor
Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan
ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor
terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan
tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan
memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2.
Faktor
Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber
daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya
alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak
didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam
yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah,
kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.
Faktor
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian
pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin
canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian
aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada
percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.
Faktor
Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan
ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau
pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja
cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses
pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5.
Sumber
Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan
kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting
bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal
juga dapat meningkatkan produktivitas.
Lebih
penting pemerataan atau pertumbuhan ekonomi.
Mendorong Pertumbuhan, Menjamin Pemerataan, Ditengah ketidakpastian perekonoman
global yang antara lain dipengaruhi oleh faktor kebijakan moneter Amerika
Serikat yang akan menaikkan tingkat suku bunga the Fed Fund Rate (FFR),
kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan baru, masih lemahnya
perekonomian EU dan Jepang, meningkatnya proteksionisme (Brexit dan kebijakan
perdagangan AS) serta keberlanjutan rebalancing ekonomi Tiongkok, kinerja
perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan yang nyata. Kondisi makro ekonomi
stabil dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.
Dibanding
banyak negara lainnya, baik negara maju maupun negara berkembang, pertumbuhan
ekonomi Indonesia relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi dapat kembali pada level
5,02% pada tahun 2016, naik dibandingkan tahun 2015 yakni sebesar 4,88%.
Walaupun tumbuh 5%, namun tingkat pengangguran turun dari 6,18% pada tahun 2015
menjadi 5,61% pada tahun 2016 dan tingkat kemiskinan turun dari 11,2% tahun
2015 menjadi 10,7% tahun 2016. Capaian ini diikuti dengan menurunnya tingkat
kesenjangan antar penduduk, ditunjukkan oleh semakin membaiknya gini ratio yang
kembali pada level 0,39 persen setelah selalu di atas 0,4% sejak tahun 2011.
Ini, menunjukkan perbaikan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang berarti.
Sejalan
dengan penurunan tersebut, stabilitas ekonomi terus terjaga dengan baik.
Inflasi dalam dua tahun terakhir dapat dijaga pada level 3 persen, turun secara
signifikan dari 8,36% pada tahun 2014. Pada tahun 2016, inflasi mencapai 3,02%
atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 3,35% persen.
Hal itu terutama dapat dicapai dengan terkendalinya harga komoditi pangan
pokok, terutama beras, daging dan minyak goreng didukung oleh produksi yang
meningkat serta keberhasilan pengendalian harga dan kelancaran distribusinya.
Momentum
perbaikan ini terus berlanjut pada tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi semester I
tahun 2017 mencapai sekitar 5,01 persen, membaik dibandingkan dengan
pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun 2016. Laju inflasi bulan juni
2017 dapat dijaga pada level 2,38 persen (ytd) atau 4,37 persen (yoy), lebih
rendah dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 5,5 persen
(yoy) dan tingkat pengangguran semakin membaik yakni 5,33 persen, mengalami
penurunan dibandingkan dengan agustus 2016. Walaupun secara umum sudah terjadi
perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi, namun percepatan mengurangi kesenjangan
dan memutus rantai kemiskinan, rantai pengangguran, rantai ketimpangan dan
kesenjangan sosial mutlak kita perlukan dalam rangka menuju masyarakat yang
lebih sejahtera.
Jadi,
jelas pertumbuhan ekonomi merupakan kemampuan suatu negara untuk menyediakan
barang-barang ekonomi yang terus meningkat bagi pertumbuhan penduduknya.
Kemampuan ini berdasarkan kepada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta
penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya. Dengan adanya pertumbuhan yang tinggi,
maka akan terjadi pemerataan hasil-hasil dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
Pemerataan disini bukan sekedar membagi hasil yang sudah besar, melainkan melibatkan
rakyat dalam keseluruhan pembangunan ekonomi melalui kepemilikan aset dan
akses. Pemerataan ekonomi dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan
makanan, pakaian, kebutuhan pokok lainnya dan juga pendapatan penduduk sendiri
sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sedangkan dalam hal
pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi maka pemerataan pembangunan akan
mendorong pembangunan daerah melalui otonomi. Dalam hal ini pemerataan
pembangunan dan pemerataan ekonomi yang harus diratakan adalah prosesnya, bukan
sekedar hasilnya, walaupun hal tersebut memerlukan konsekuensi kemajuan
diberbagai sektor. Sebenarnya pemerataan harus dilakukan untuk pertumbuhan dan
bukan sebaliknya.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
https://www.bps.go.id/
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/05/113820026/ekonomi-indonesia-2017-tumbuh-507-persen-tertinggi-sejak-tahun-2014
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180501173310-4-13187/ada-157000-buruh-kasar-asing-yang-bekerja-di-indonesia
https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/anggaran-dan-realisasi-keuangan-kemenkeu/laporan-keuangan-kementerian-keuangan/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar