Kamis, 04 April 2019

Perekonomian Indonesia


Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada masyarakatnya. Kemampuan tersebut tumbuh seturut dengan perkembangan teknologi, ideologi, dan penyesuaian kelembagaan negara tersebut.

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pengangguran di Indonesia


Pengangguran memang sudah tidak aneh lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, sampai sekarang ini jumlah pengangguran di Indonesia masih banyak. Apa penyebabnya? Yang jelas, pendidikan merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pengangguran. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya mendapat pekerjaan. Sehingga mereka yang kurang keterampilan tidak bisa mendapatkan pekerjaan tetap yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu karakteristik Indonesia adalah bahwa angka pengangguran cukup tinggi yang dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 15 sampai 24 tahun, jauh lebih tinggi dari angka rata-rata pengangguran secara nasional. Mahasiswa yang baru lulus dari universitas dan siswa sekolah kejuruan dan menengah mengalami kesulitan menemukan pekerjaan di pasar kerja nasional. Hampir 55 juta dari 131.005.641 juta atau 40% jumlah tenaga kerja di Indonesia hanya memiliki ijazah sekolah dasar saja.


Selain Faktor Pendidikan terdapat beberapa factor lain yang menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2018 saja ada 950 ribu lulusan sarjana dan diploma masih belum memiliki pekerjaan, jumlah itu sekitar 13% dari 7 juta jumlah pengangguran di Indonesia.



Beberapa faktor lain yang menyebabkan tingginya pengangguran di Indonesia:
A.    Minimnya Skill
Kurangnya kemampuan bukan cuma dialami oleh seseorang yang ngga berpendidikan tinggi, bahkan lulusan sarjana pun ternyata masih banyak yang minim akan kemampuan/skill. Misalkan saja lulusan sarjana Akuntansi yang tidak menguasi ilmu akuntansi, lulusan sarjana IT yang nggak bisa bikin program, web atau blog.
B.     Standar Terlalu Besar
Banyak yang belum memiliki pengalaman kerja di bidangnya tapi sudah memiliki standar gaji yang tinggi. Masih banyak pandangan jika kalau sudah jadi sarjana layak di beri gaji yang tinggi. Padahal pemberian gaji itu bukan semata-mata karena tinggi rendahnya gelar yang di miliki tetapi lebih kepada posisi pekerjaan dan prestasi yang telah dicapainya pada sebuah perusahaan.
C.     Banyak Pekerjaan yang di Ambil alih oleh Orang Asing
Maraknya penggunaan tenaga asing akhir-akhir ini juga bisa membuat lapangan pekerjaan semakin sempit. Banyaknya tenaga asing yang masuk ke Indonesia bukan hanya di sector managerial tetapi juga pada sector pekerja kasar(unskill). menurut KSPI(Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) pada tahun 2018 terdapat sekitar 157ribu pekerjaan asing yang masuk ke Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi atau Pembangunan Ekonomi yang lebih utama.

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Jika sebuah negara hanya mengandalkan pembangunan ekonomi saja tanpa pertumbuhan ekonomi, maka tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional di masyarakat. Tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional maka pembangunan tidak berjalan atau dapat diartikan tumbuh tanpa membangun.
Sedangkan yang dimaksud dengan Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Walaupun suatu negara telah mengalami pertumbuhan ekonomi, belum tentu negara tersebut telah mengalami pembangunan ekonomi. Karena pembangunan ekonomi mencakup hal yang lebih luas dibanding pertumbuhan ekonomi..
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Jadi keduannya saling berkaitan dan sama-sama pentingnya. Dan jika ditanya mana yang harus lebih didahulukan maka jawabannya adalah keduanya harus dilaksanakan secara beriringan dan tidak dapat dipisah.

Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi:
1.      Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2.      Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.      Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.      Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5.      Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Lebih penting pemerataan atau pertumbuhan ekonomi.

Mendorong Pertumbuhan, Menjamin Pemerataan, Ditengah ketidakpastian perekonoman global yang antara lain dipengaruhi oleh faktor kebijakan moneter Amerika Serikat yang akan menaikkan tingkat suku bunga the Fed Fund Rate (FFR), kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan baru, masih lemahnya perekonomian EU dan Jepang, meningkatnya proteksionisme (Brexit dan kebijakan perdagangan AS) serta keberlanjutan rebalancing ekonomi Tiongkok, kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan yang nyata. Kondisi makro ekonomi stabil dengan kualitas pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

Dibanding banyak negara lainnya, baik negara maju maupun negara berkembang, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi dapat kembali pada level 5,02% pada tahun 2016, naik dibandingkan tahun 2015 yakni sebesar 4,88%. Walaupun tumbuh 5%, namun tingkat pengangguran turun dari 6,18% pada tahun 2015 menjadi 5,61% pada tahun 2016 dan tingkat kemiskinan turun dari 11,2% tahun 2015 menjadi 10,7% tahun 2016. Capaian ini diikuti dengan menurunnya tingkat kesenjangan antar penduduk, ditunjukkan oleh semakin membaiknya gini ratio yang kembali pada level 0,39 persen setelah selalu di atas 0,4% sejak tahun 2011. Ini, menunjukkan perbaikan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang berarti.

Sejalan dengan penurunan tersebut, stabilitas ekonomi terus terjaga dengan baik. Inflasi dalam dua tahun terakhir dapat dijaga pada level 3 persen, turun secara signifikan dari 8,36% pada tahun 2014. Pada tahun 2016, inflasi mencapai 3,02% atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 3,35% persen. Hal itu terutama dapat dicapai dengan terkendalinya harga komoditi pangan pokok, terutama beras, daging dan minyak goreng didukung oleh produksi yang meningkat serta keberhasilan pengendalian harga dan kelancaran distribusinya.

Momentum perbaikan ini terus berlanjut pada tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2017 mencapai sekitar 5,01 persen, membaik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun 2016. Laju inflasi bulan juni 2017 dapat dijaga pada level 2,38 persen (ytd) atau 4,37 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 5,5 persen (yoy) dan tingkat pengangguran semakin membaik yakni 5,33 persen, mengalami penurunan dibandingkan dengan agustus 2016. Walaupun secara umum sudah terjadi perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi, namun percepatan mengurangi kesenjangan dan memutus rantai kemiskinan, rantai pengangguran, rantai ketimpangan dan kesenjangan sosial mutlak kita perlukan dalam rangka menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

Jadi, jelas pertumbuhan ekonomi merupakan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi yang terus meningkat bagi pertumbuhan penduduknya. Kemampuan ini berdasarkan kepada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya. Dengan adanya pertumbuhan yang tinggi, maka akan terjadi pemerataan hasil-hasil dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Pemerataan disini bukan sekedar membagi hasil yang sudah besar, melainkan melibatkan rakyat dalam keseluruhan pembangunan ekonomi melalui kepemilikan aset dan akses. Pemerataan ekonomi dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, kebutuhan pokok lainnya dan juga pendapatan penduduk sendiri sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sedangkan dalam hal pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi maka pemerataan pembangunan akan mendorong pembangunan daerah melalui otonomi. Dalam hal ini pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi yang harus diratakan adalah prosesnya, bukan sekedar hasilnya, walaupun hal tersebut memerlukan konsekuensi kemajuan diberbagai sektor. Sebenarnya pemerataan harus dilakukan untuk pertumbuhan dan bukan sebaliknya.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
https://www.bps.go.id/
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/05/113820026/ekonomi-indonesia-2017-tumbuh-507-persen-tertinggi-sejak-tahun-2014
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180501173310-4-13187/ada-157000-buruh-kasar-asing-yang-bekerja-di-indonesia
https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/anggaran-dan-realisasi-keuangan-kemenkeu/laporan-keuangan-kementerian-keuangan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar