Senin, 30 September 2019

AKUNTANSI BIAYA DAN PENGERTIAN BIAYA


Akuntansi biaya merupakan bagian dari dua tipe akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memiliki dua kesamaan. Yang pertama, kedua tipe akuntansi tersebut merupakan sistem pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan. Meskipun informasi nonkeuangan merupakan informasi penting yang diunakan oleh manajemen dalam pengelolaan perusahaan, namun hampir semua iformasi nonkeuangan tersebut berada di ruang lingkup akuntansi. Kesamaan lainnya adalah dua tipe akuntansi tersebut berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk mengambil keputusan.

Perbedaan pokok antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen :

1.    Pemakai Laporan Akuntansi dan Tujuan mereka
Akuntansi keuangan ditujukan untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai di luar perusahaan. Pemakai luar ini meliputi pemegang saham, kreditur, pelanggan, para analis keuangan, karyawan, dan instansi pemerintah. Tujuan pemakai luar perusahaan dalam mendapatkan laporan keuangan adalah agar mereka dapat mengambil keputusan mengenai hubungan mereka dengan perusahaan yang bersangkutan. Akuntansi manajemen ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan bagi keperluan manajemen. Akuntansi manajemen berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi mereka yang berada dalam perusahaan.

2.    Lingkup Informasi
Akuntansi keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan. Lingkup yang luas yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai laporan di luar perusahaan. Akuntansi manajemen menyediakan informasi keuangan yang relevan dengan bagian-bagian perusahaan
Sebagai contoh yaitu :
      Keputusan yang diambil oleh direktur produksi berhubungan dengan penghentian produksi produk tertentu atau penghentian penggunaan mesin tertentu.
Lingkup informasi ini adalah sejalan dengan keputusan manajemen pada suatu saat yang umumnya hanya terbatas pada suatu bagian perusahaan.

3.    Fokus Informasi
Fokus informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah masa lalu. Akuntansi keuangan berorientasi pada masa lalu untuk menggambarkan pertanggungjaawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen perusahaan. Akuntansi manajemen berorientasi pada masa yang akan datang, karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang.

4.    Rentang Waktu
Akuntansi keuangan mencakup jangka waktu yang sudah tertentu, biasanya satu tahun, 6 bulan, satu kuartal atau satu bulan. Periode waktu yang dicakup oleh laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan biasanya kurang fleksibel. Rentang waktu yang dicakup oleh laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah sangat bervariasi, dari harian, mingguan, bulanan, bahkan ada yang mencakup periode 10 tahun.

5.    Kriteria bagi Informasi Akuntansi
Kriteria yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah prinsip-prinsip yang dibuat oleh organisasi yang berwenang, misalnya Ikatan Akuntansi Indonesia dan Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), atau sebagai hasil dari pemakaian suatu prinsip dalam praktik yang berlaku. Kriteria pokok bagi informasi akuntansi manajemen adalah manfaat bagi manajemen. Perkembangan praktik akuntansi manajememen lebih didasarkan atas logika dan pengalaman, dan bukan atas dasar diterima tidaknya secara umum di masyarakat. Tidak ada organisasi yang berwenang untuk mengatur sanksi bagi mereka yang menolak untuk menggunakan praktik-praktik akuntansi manajemen.

6.    Disiplin Sumber
Akuntansi merupakan ilmu terapan. Akuntansi keuangan hanya bersumber pada satu disiplin, sedangkan akuntansi manajemen memiliki dua disiplin sumber. Dua disiplin tersebut, yaitu ilmu ekonomi dan psikologi sosial.

7.    Isi Laporan
Akuntansi keuangan menghasilkan laporan keuangan periodik yang umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan, dan laporan perubahan posisi keuangan. Informasi yang disajikan bersifat ringkas dan mengenai perusahaan secara keseluruhan. Akuntansi manajemen mengahsilkan laporan keuangan untuk manajemen dari berbagai jenjang organisasi umumnya menyajikan informasi rinci dan mengenai bagian tertentu perusahaan.

8.    Sifat Informasi
Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan disajikan kepada pihak luar memerlukan ketepatan yang tinggi, karena menyangkut masa yang telah lalu. Ketidaktepatan informasi untuk pihak luar akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan pihak luar terhadap laporan keuangan suatu perusahaan tersebut. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan masa yang akan datang. Informasi ini berisi unsur taksiran yang besar.

Akuntansi Biaya Merupakan Bagian Dari Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok: penentuan kos produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan khusus. Untuk tujuan penentuan kos produk, menyajikan biaya yang telah terjadi di masa yang lalu. Untuk tujuan pengendalian biaya, menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi dengan biaya yang sesungguhnya terjadi, kemudian menyajikan analisis terhadap penyimpangannya. Untuk tujuan pengendalian khusus, menyajikan biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil dan biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus ini selalu berhubungan dengan biaya masa yang akan datang (future costs). 

Akuntansi biaya mengembangkan berbagai konsep informasi biaya agar memenuhi kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan seperti: biaya kesempatan, biaya hipotetis, biaya tambahan, biaya terhindarkan, dan pendapatan yang hilang.

BIAYA
Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada empat unsur pokok dalam definisi biaya yaitu biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.
              Dalam arti sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Untuk membedakan pengertian biaya dalam arti luas, pengorbanan sumber ekonomi ini disebut dengan istilah kos.
Ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya tersebut diatas:
1.      Biaya merupakan pengorbanan suber ekonomi,
2.      Diukur dalam satuan uang,
3.      Yang telah terjadi atau yang secara potensial yang akan terjadi,
4.      Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

Mengapa Informasi Biaya Diperlukan?
Akuntansi biaya berfungsi untuk mengukur pengorbanan nilai masukan guna menghasilkan informasi bagi manajemen yang salah satu manfaatnya adalah untuk mengukur apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau sisa hasil usaha tersebut. Dan juga menghasilkan informasi biaya yang dapat dipakai oleh manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran.

STRUKTUR ORGANISASI DAN PROSES PRODUKSI SUATU PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Struktur Organisasi
               Perusahaan manufaktur mempunyai kegiatan pokok mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Oleh karena itu ada dua fungsi pokok yang terdapat dalam perusahaan manufaktur. Yang pertama fungsi produksi berada di tangan direktur produksi yang dilaksanakan oleh dua departemen: departemen produksi dan departemen teknik. Yang kedua fungsi pemasaran berada di tangan direktur pemasaran yang dilaksanakan oleh dua departemen: departemen personalia dan umum, departemen keuangan, dan departemen akuntansi, serta bagian bagian di bawah direktur utama (bagiaan pemeriksaan intern, bagian hubungan masyarakat, bagian secretariat, bagian pembelian).

Proses Produksi
Salah satu tujuan akuntansi biaya adalah menentukan kos produk, untuk dapat menentukannnya akuntansi biaya harus mengikuti proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Akuntansi biaya mencatat setiap sumber ekonomi yang dikorbankan dalam setiap tahap pengolahan bahan tersebut.

CARA PENGGOLONGAN BIAYA
Biaya dapat digolongkan menurut:
1.      Objek Pengeluaran
2.      Fungsi pokok dalam perusahaan
3.      Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
4.      Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
5.      Jangka waktu manfaatnya

1. Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Contoh : biaya bahan baku, biaya gaji dan upah, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, dll.
  
2. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok :

    a) Biaya Produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. (co : biaya depresiasi mesin dan equipment ,biaya bahan baku,biaya bahan penolong,biaya gaji karyawan)

    b) Biaya Pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. (co : biaya iklan,biaya promosi,biaya angkutan)

    c) Biaya Administrasi dan Umum. Merupakan biaya-biaya untuk megkoodinasi kegiatan produksi  dan pemasaran produk. (co : biaya pemeriksaan akuntan,biaya photocopy)

      3. Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Biaya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
      A. Biaya langsung (direct cost)
Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

      B. Biaya tidak langsung (indirect cost)
Biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Dalam hubungannya dengan produk, biaya ini disebut biaya overhead pabrik.

      4. Penggolongan Biaya Menurut Perilakunya dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Aktivitas

      A. Biaya variabel
Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

      B. Biaya semivariabel
Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel.

C. Biaya semifixed
Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

      D. Biaya tetap
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.

     5. Penggolongan Biaya Atas dasar Jangka Waktu
Atas jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua :
a)      Pengeluaran Modal (Capital Expenditure),biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu  periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai kos aktiva,dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara  didepresiasi,diamortisasi,atau dideplesi.
b)     Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure), biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut, Pada saat terjadinya,pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.

METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI
               Dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya, yaitu biaya produksi dan biaya nonproduksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Biaya nonproduksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan nonproduksi seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi dan umum.
               Pengumpulan kos produksi sangat ditentukan oleh cara produksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi massa. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar. Contoh : perusahaan percetakan, perusahaan mebel, perusahaan dok kapal. Perusahaan yang berproduksi berdasar produksi massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan di gudang. Contoh : perusahaan tekstil, perusahaan semen, perusahaan pakan ternak.
               Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, mengumpulkan kos produksinya dengan menggunakan metode kos pesanan (job order cost method). Dalam metode ini, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan kos produksi per satuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Perusahaan yang berproduksi massa, mengumpulkan kos produksinya dengan menggunakan metode kos proses (process cost method). Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan kos produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

METODE PENENTUAN BIAYA PRODUKSI
               Metode penentuan kos produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam kos produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi, terdapat dua pendekatan, yaitu full costing dan variable costing.

A. Full Costing
Metode penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik variabel maupun tetap.
Biaya bahan baku                      xx
Biaya tenaga kerja langsung      xx
Biaya overhead pabrik variabel  xx
Biaya overhead pabrik tetap       xx
kos produksi                                xx

      B. Variable Costing
Metode penentuan kos produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.
Biaya bahan baku                      xx
Biaya tenaga kerja langsung      xx
Biaya overhead pabrik variabel  xx
Kos produksi                                 xx

PERBANDINGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DENGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN DAGANG
Kegiatan perusahaan dagang yaitu membeli barang dagangan dari perusahaan lain dan menjual kepada konsumen atau perusahaan manufaktur. Perusahaan ini tidak melakukan pemrosesan dan untuk menjalankan usahanya, mengeluarkan sumber ekonomi untuk memperoleh barang dagangan, mengeluarkan biaya administrasi dan umum

serta biaya pemasaran. Pengorbanan dibagi menjadi 3 gologan:
1. Pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang dagangan dari perusahaan lain, dikelompokkan pada “kos penjualan”
2. Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran barang dagangan, dikelompokkan pada “biaya pemasaran”
3. Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain perolehan barang dagangan dan pemasaran barang dagangan, dikelompokkan pada “biaya administrasi dan
umum”

Kegiatan perusahaan manufaktur terdiri dari pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan penjualan produk jadi tersebut kepada konsumen atau perusahaan manufaktur lain. Pengorbanan sumber ekonomi yang disajikan oleh perusahaan manufaktur dalam laporan laba rugi dikelompokkan ke dalam 3 golongan :
1.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk mengolah bahan baku menajadi produk jadi dikelompokkan dengan judul “biaya produksi” dan dirinci menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
2.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran produk jadi dikelompokkan dengan judul “biaya pemasaran”.
3.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain produksi dan pemasaran produk dikelompokkan dengan judul “biaya administrasi dan umum”.

Dalam pendekatan variable costing, berbagai pengorbanan sumber ekonomi disajikan dalam laporan laba rugi menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Biaya disusun dan disajikan dalam 2 kelompok: biaya variabel dan biaya tetap.