Selasa, 24 Maret 2020

Klub Sepakbola Kaki Lima Sport yang Ketahuan Menunggak Gaji Pemainnya

Abstrak :
Sebuah klub Sepakbola Kaki Lima Sport terungkap masih menunggak gaji 2 orang pemainnya. Klub itu ketahuan masih menunggak gaji pemain yang bahkan sudah tidak lagi menjadi bagian timnya untuk kompetisi tarkam tahun 2019. Kabar penunggakan gaji itu muncul setelah kedua pemain menulis surat yang ditujukan kepada Organisasi Pemain dan Badan Olahraga Nasional. Upin & ipin meminta bantuan kedua pihak di atas untuk menyelesaikan penunggakan gajinya. Di mana gajinya belum dibayarkan saat keduanya bermain pada musim 2017 lalu.
 
Kronologi Pelanggaran:

Organisasi Pemain angkat bicara soal tunggakan gaji Upin & Ipin oleh Kaki Lima Sport. Presiden Organisasi Pemain, mengatakan akan menyelediki terlebih dahulu permasalahan tersebut. Kaki Lima Sport ketahuan masih menunggak gaji Upin dan Ipin yang bermain musim 2017. Upin dan Ipin saat ini tidak lagi bermain bagi tim kesebelasan mereka. Bahkan, Upin mengakui Kaki Lima Sport masih menunggak haknya hingga mencapai puluhan juta.

Terkatung-katungnya kasus tersebut, membuat kedua pemain menulis surat permohonan kepada Organisasi Pemain dan Badan Olahraga Nasional. Surat yang langsung ditanggapi Organisasi Pemain yang diakui Ketua Organisasi Pemain telah melakukan komunikasi dengan Kaki Lima Sport. "Yang kemarin sudah selesai. Sekarang tinggal Upin dan Ipin. Sedang kami teliti kasusnya bagaimana," kata Ketua Organisasi, saat dihubungi Senin 17 Juni 2019.

Ia mengatakan masih harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu. Agar kasus penunggakan gaji Upin dan Ipin bisa ditindak lanjuti secara detail. "Akan ditindak lanjuti seteliti mungkin, bukti-bukti juga harus ada. Dari pihak klub komunikasi dan verifikasi dahulu," sambung Ketua Organisasi Pemain.

Ipin mengakui jika Kaki Lima Sport masih menunggak gaji bulan Desember 2017 yang belum diselesaikan hingga saat ini. Sedangkan Upin mengakui Kaki Lima sport belum membayar haknya berupa uang muka kontrak Rp60 juta dan gaji bulan Juni 2017 sebesar Rp30 juta.

Analisa Hukum:
Ikatan hukum antara kejadian penunggakan gaji yang dilakukan oleh Kaki Lima Sport terhadap Upin dan Ipin  adalah hubungan kerja yang di dasari pada perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT atau Pekerja Kontrak). Permasalahan Upin dan Ipin terkait erat dengan UU Ketenagakerjaan ( UU NO. 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. 

Gaji atau upah yang menjadi pokok persoalan dalam kasus ini diatur secara khusus dalam Pasal 1 angka 3 UU Ketenagakerjaan yang berbunyi:
“Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh.”

Menurut ketentuan Pasal 10 ayat (1) PP No. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah (“PP 8/1981”), upah harus dibayarkan langsung kepada buruh pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan perjanjian. Lebih lanjut, Pasal 17 PP 8/1981 menyatakan bahwa jangka waktu pembayaran upah secepat-cepatnya dapat dilakukan seminggu sekali atau selambat-lambatnya sebulan sekali kecuali bila perjanjian kerja untuk waktu kurang dari satu minggu.

Dari ketentuan-ketentuan hukum yang di sebutkan, maka jelas bahwa sebuah perusahaan wajib membayar upah atau gaji karyawannya, terlepas statusnya itu permanen atau kontrak, tepat pada waktunya.

Sumber:
https://www.miskom.id/bola/liga-bola/vN2QaoOK-kaki lima-footballclub-masih-tunggak-gaji-pekerja-ada-yang-sampai-xx-juta
https://www.bolabundar.com/negaranya/read/3990(9)648/kaki lima-footballclub-masih-belumbayar-gaji-upin-dan-ipin

Senin, 30 September 2019

AKUNTANSI BIAYA DAN PENGERTIAN BIAYA


Akuntansi biaya merupakan bagian dari dua tipe akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memiliki dua kesamaan. Yang pertama, kedua tipe akuntansi tersebut merupakan sistem pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan. Meskipun informasi nonkeuangan merupakan informasi penting yang diunakan oleh manajemen dalam pengelolaan perusahaan, namun hampir semua iformasi nonkeuangan tersebut berada di ruang lingkup akuntansi. Kesamaan lainnya adalah dua tipe akuntansi tersebut berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk mengambil keputusan.

Perbedaan pokok antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen :

1.    Pemakai Laporan Akuntansi dan Tujuan mereka
Akuntansi keuangan ditujukan untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai di luar perusahaan. Pemakai luar ini meliputi pemegang saham, kreditur, pelanggan, para analis keuangan, karyawan, dan instansi pemerintah. Tujuan pemakai luar perusahaan dalam mendapatkan laporan keuangan adalah agar mereka dapat mengambil keputusan mengenai hubungan mereka dengan perusahaan yang bersangkutan. Akuntansi manajemen ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan bagi keperluan manajemen. Akuntansi manajemen berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi mereka yang berada dalam perusahaan.

2.    Lingkup Informasi
Akuntansi keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan. Lingkup yang luas yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai laporan di luar perusahaan. Akuntansi manajemen menyediakan informasi keuangan yang relevan dengan bagian-bagian perusahaan
Sebagai contoh yaitu :
      Keputusan yang diambil oleh direktur produksi berhubungan dengan penghentian produksi produk tertentu atau penghentian penggunaan mesin tertentu.
Lingkup informasi ini adalah sejalan dengan keputusan manajemen pada suatu saat yang umumnya hanya terbatas pada suatu bagian perusahaan.

3.    Fokus Informasi
Fokus informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah masa lalu. Akuntansi keuangan berorientasi pada masa lalu untuk menggambarkan pertanggungjaawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen perusahaan. Akuntansi manajemen berorientasi pada masa yang akan datang, karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang.

4.    Rentang Waktu
Akuntansi keuangan mencakup jangka waktu yang sudah tertentu, biasanya satu tahun, 6 bulan, satu kuartal atau satu bulan. Periode waktu yang dicakup oleh laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan biasanya kurang fleksibel. Rentang waktu yang dicakup oleh laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah sangat bervariasi, dari harian, mingguan, bulanan, bahkan ada yang mencakup periode 10 tahun.

5.    Kriteria bagi Informasi Akuntansi
Kriteria yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah prinsip-prinsip yang dibuat oleh organisasi yang berwenang, misalnya Ikatan Akuntansi Indonesia dan Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), atau sebagai hasil dari pemakaian suatu prinsip dalam praktik yang berlaku. Kriteria pokok bagi informasi akuntansi manajemen adalah manfaat bagi manajemen. Perkembangan praktik akuntansi manajememen lebih didasarkan atas logika dan pengalaman, dan bukan atas dasar diterima tidaknya secara umum di masyarakat. Tidak ada organisasi yang berwenang untuk mengatur sanksi bagi mereka yang menolak untuk menggunakan praktik-praktik akuntansi manajemen.

6.    Disiplin Sumber
Akuntansi merupakan ilmu terapan. Akuntansi keuangan hanya bersumber pada satu disiplin, sedangkan akuntansi manajemen memiliki dua disiplin sumber. Dua disiplin tersebut, yaitu ilmu ekonomi dan psikologi sosial.

7.    Isi Laporan
Akuntansi keuangan menghasilkan laporan keuangan periodik yang umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan, dan laporan perubahan posisi keuangan. Informasi yang disajikan bersifat ringkas dan mengenai perusahaan secara keseluruhan. Akuntansi manajemen mengahsilkan laporan keuangan untuk manajemen dari berbagai jenjang organisasi umumnya menyajikan informasi rinci dan mengenai bagian tertentu perusahaan.

8.    Sifat Informasi
Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan disajikan kepada pihak luar memerlukan ketepatan yang tinggi, karena menyangkut masa yang telah lalu. Ketidaktepatan informasi untuk pihak luar akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan pihak luar terhadap laporan keuangan suatu perusahaan tersebut. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan masa yang akan datang. Informasi ini berisi unsur taksiran yang besar.

Akuntansi Biaya Merupakan Bagian Dari Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok: penentuan kos produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan khusus. Untuk tujuan penentuan kos produk, menyajikan biaya yang telah terjadi di masa yang lalu. Untuk tujuan pengendalian biaya, menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi dengan biaya yang sesungguhnya terjadi, kemudian menyajikan analisis terhadap penyimpangannya. Untuk tujuan pengendalian khusus, menyajikan biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil dan biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus ini selalu berhubungan dengan biaya masa yang akan datang (future costs). 

Akuntansi biaya mengembangkan berbagai konsep informasi biaya agar memenuhi kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan seperti: biaya kesempatan, biaya hipotetis, biaya tambahan, biaya terhindarkan, dan pendapatan yang hilang.

BIAYA
Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada empat unsur pokok dalam definisi biaya yaitu biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.
              Dalam arti sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Untuk membedakan pengertian biaya dalam arti luas, pengorbanan sumber ekonomi ini disebut dengan istilah kos.
Ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya tersebut diatas:
1.      Biaya merupakan pengorbanan suber ekonomi,
2.      Diukur dalam satuan uang,
3.      Yang telah terjadi atau yang secara potensial yang akan terjadi,
4.      Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

Mengapa Informasi Biaya Diperlukan?
Akuntansi biaya berfungsi untuk mengukur pengorbanan nilai masukan guna menghasilkan informasi bagi manajemen yang salah satu manfaatnya adalah untuk mengukur apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau sisa hasil usaha tersebut. Dan juga menghasilkan informasi biaya yang dapat dipakai oleh manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran.

STRUKTUR ORGANISASI DAN PROSES PRODUKSI SUATU PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Struktur Organisasi
               Perusahaan manufaktur mempunyai kegiatan pokok mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Oleh karena itu ada dua fungsi pokok yang terdapat dalam perusahaan manufaktur. Yang pertama fungsi produksi berada di tangan direktur produksi yang dilaksanakan oleh dua departemen: departemen produksi dan departemen teknik. Yang kedua fungsi pemasaran berada di tangan direktur pemasaran yang dilaksanakan oleh dua departemen: departemen personalia dan umum, departemen keuangan, dan departemen akuntansi, serta bagian bagian di bawah direktur utama (bagiaan pemeriksaan intern, bagian hubungan masyarakat, bagian secretariat, bagian pembelian).

Proses Produksi
Salah satu tujuan akuntansi biaya adalah menentukan kos produk, untuk dapat menentukannnya akuntansi biaya harus mengikuti proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Akuntansi biaya mencatat setiap sumber ekonomi yang dikorbankan dalam setiap tahap pengolahan bahan tersebut.

CARA PENGGOLONGAN BIAYA
Biaya dapat digolongkan menurut:
1.      Objek Pengeluaran
2.      Fungsi pokok dalam perusahaan
3.      Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
4.      Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
5.      Jangka waktu manfaatnya

1. Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Contoh : biaya bahan baku, biaya gaji dan upah, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, dll.
  
2. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok :

    a) Biaya Produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. (co : biaya depresiasi mesin dan equipment ,biaya bahan baku,biaya bahan penolong,biaya gaji karyawan)

    b) Biaya Pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. (co : biaya iklan,biaya promosi,biaya angkutan)

    c) Biaya Administrasi dan Umum. Merupakan biaya-biaya untuk megkoodinasi kegiatan produksi  dan pemasaran produk. (co : biaya pemeriksaan akuntan,biaya photocopy)

      3. Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Biaya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
      A. Biaya langsung (direct cost)
Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

      B. Biaya tidak langsung (indirect cost)
Biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Dalam hubungannya dengan produk, biaya ini disebut biaya overhead pabrik.

      4. Penggolongan Biaya Menurut Perilakunya dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Aktivitas

      A. Biaya variabel
Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

      B. Biaya semivariabel
Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel.

C. Biaya semifixed
Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

      D. Biaya tetap
Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.

     5. Penggolongan Biaya Atas dasar Jangka Waktu
Atas jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua :
a)      Pengeluaran Modal (Capital Expenditure),biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu  periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai kos aktiva,dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara  didepresiasi,diamortisasi,atau dideplesi.
b)     Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure), biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut, Pada saat terjadinya,pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.

METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI
               Dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya, yaitu biaya produksi dan biaya nonproduksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Biaya nonproduksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan nonproduksi seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi dan umum.
               Pengumpulan kos produksi sangat ditentukan oleh cara produksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi massa. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar. Contoh : perusahaan percetakan, perusahaan mebel, perusahaan dok kapal. Perusahaan yang berproduksi berdasar produksi massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan di gudang. Contoh : perusahaan tekstil, perusahaan semen, perusahaan pakan ternak.
               Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, mengumpulkan kos produksinya dengan menggunakan metode kos pesanan (job order cost method). Dalam metode ini, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan kos produksi per satuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Perusahaan yang berproduksi massa, mengumpulkan kos produksinya dengan menggunakan metode kos proses (process cost method). Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan kos produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

METODE PENENTUAN BIAYA PRODUKSI
               Metode penentuan kos produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam kos produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi, terdapat dua pendekatan, yaitu full costing dan variable costing.

A. Full Costing
Metode penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik variabel maupun tetap.
Biaya bahan baku                      xx
Biaya tenaga kerja langsung      xx
Biaya overhead pabrik variabel  xx
Biaya overhead pabrik tetap       xx
kos produksi                                xx

      B. Variable Costing
Metode penentuan kos produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.
Biaya bahan baku                      xx
Biaya tenaga kerja langsung      xx
Biaya overhead pabrik variabel  xx
Kos produksi                                 xx

PERBANDINGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DENGAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN DAGANG
Kegiatan perusahaan dagang yaitu membeli barang dagangan dari perusahaan lain dan menjual kepada konsumen atau perusahaan manufaktur. Perusahaan ini tidak melakukan pemrosesan dan untuk menjalankan usahanya, mengeluarkan sumber ekonomi untuk memperoleh barang dagangan, mengeluarkan biaya administrasi dan umum

serta biaya pemasaran. Pengorbanan dibagi menjadi 3 gologan:
1. Pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang dagangan dari perusahaan lain, dikelompokkan pada “kos penjualan”
2. Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran barang dagangan, dikelompokkan pada “biaya pemasaran”
3. Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain perolehan barang dagangan dan pemasaran barang dagangan, dikelompokkan pada “biaya administrasi dan
umum”

Kegiatan perusahaan manufaktur terdiri dari pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan penjualan produk jadi tersebut kepada konsumen atau perusahaan manufaktur lain. Pengorbanan sumber ekonomi yang disajikan oleh perusahaan manufaktur dalam laporan laba rugi dikelompokkan ke dalam 3 golongan :
1.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk mengolah bahan baku menajadi produk jadi dikelompokkan dengan judul “biaya produksi” dan dirinci menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
2.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran produk jadi dikelompokkan dengan judul “biaya pemasaran”.
3.    Pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain produksi dan pemasaran produk dikelompokkan dengan judul “biaya administrasi dan umum”.

Dalam pendekatan variable costing, berbagai pengorbanan sumber ekonomi disajikan dalam laporan laba rugi menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Biaya disusun dan disajikan dalam 2 kelompok: biaya variabel dan biaya tetap.

Rabu, 22 Mei 2019

Pertumbuhan Dan Proses Pembangunan Sektor Ekonomi

Sektor pertanian

Keuntungan : 
1.      Sumber Mata Pencaharian:
Banyak orang menghabiskan hidup mereka dalam pertanian. Mereka termasuk petani, ahli agronomi, pengangkut dan banyak lainnya.
Teknik pertanian yang baik membantu petani dan pemain lain meningkatkan standar hidup mereka.
2.       Bahan baku:
Pertanian menghasilkan bahan baku yang dibutuhkan di bidang manufaktur. Contohnya termasuk sisal, kapas, bambu dan banyak lagi.
3.       Ketahanan pangan:
Pertanian dipraktikkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di suatu negara.
4.       Komoditas perdagangan:
-Produk seperti gandum, jagung, atau teh digunakan sebagai komoditas perdagangan di pasar keuangan.
-Perdagangan internasional bergantung pada produk pertanian yang dipertukarkan antar negara.
-Banyak pemerintah, terutama di negara-negara berkembang, memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari pertanian.
5.       Pelestarian Lingkungan:
-Praktik pertanian yang baik membantu dalam melestarikan lingkungan dan mengurangi polusi.
-Pertanian telah mengubah area kering dan semi kering menjadi lingkungan yang hijau dan lebih kondusif.
-Pertanian dapat membantu meningkatkan lingkungan dengan menciptakan vegetasi alami, bukan tanah dan batu.
-Tumbuhan membantu memurnikan udara dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen.
6.       Peningkatan Kesehatan:
Sebagian besar obat-obatan dan obat-obatan berasal dari hasil pertanian.
7.       Konservasi Air:
Pertanian modern yang mengandalkan irigasi tetes membantu menghemat air. Bendungan juga menghentikan air agar tidak hilang.
Ini juga menjebak racun dan patogen berbahaya di udara.

Kekurangan:
-Produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal
-Kurangnya pengetahuan dalam cara-cara bertani yang baik dan keterbatasan pengetahian tentang bibit-bibit unggul serta pupuk-pupuk yang diperlukan  tanaman.

Sektor Industri :

Kelebihan:
1.     Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah.
Adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap koridor tersebut dan akan memaksimalkannya. Misal di pulau Sumatera akan memaksimalkan potensi sebagai sentra  produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional. Begitu pula dengan pulau Kalimantan dapat memaksimalkan potensi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional, Papua-Maluku sebagai pengolahan sumber daya alam yang melimpah dan SDM yang sejahtera, Bali-Nusa Tenggara sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional, Jawa sebagai pendorong industri dan jasa Nasional, serta Pulau Sulawesi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan nasional.
2.     Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan.
Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan memperluas proses pertumbuhan di berbagai daerah. Pembangunan tidak hanya terjadi di pusat kota saja melainkan di seluruh kota termasuk daerah tertinggal. Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan mempercepat dan memperluas pertumbuhan ekonomi dan menjadikan pembangunan yang merata di tiap-tiap daerah.
3.     Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas.
Pembangunan yang telah merata di tiap-tiap wilayah akan mempermudah pembangunan sarana infrastruktur yang baik. Seperti di daerah timur Indonesia yang sampai saat ini infrastruktur disana kurang memadai, nantinya dengan adanya pembangunan di enam koridor akan membawa dampak positif bagi daerah-daerah yang dulunya masih tertinggal sebagai contoh jalan raya yang baik, pemenuhan kebutuhan listrik, dan sarana prasarana yang lainnya.
4.     Memperluas lapangan kerja
Pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan banyak investor baik domestik maupun asing. Dengan begitu maka akan membuka lapangan kerja sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.
5.     Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional.
Karena tiap daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya, maka pendapatan daerah akan naik, apabila pendapatan daerah mengalami kenaikan, maka kenaikan juga akan terjadi pada pendapatan nasional. Dengan adanya MP3EI, pendapatan regional domestik bruto (PRDB) diperkirakan akan meningkat hingga empat kali lipat yakni dari US$555 miliar di tahun 2010 menjadi US$1,09 triliun di tahun 2015 dan US$2,16 triliun di tahun 2030.
 
Kelemahan:

1.       Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam
Dengan adanya pemaksimalan potensi di tiap-tiap wilayah maka yang akan terjadi adalah pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran yang dalam artian bahwa akan terjadi eksploitasi alam karena tiap wilayah berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari potensi yang dimiliki. Akibatnya akan berdampak buruk bagi alam sekitar, misalnya eksploitasi hasil tambang, hal tersebut akan merusak daerah yang menjadi tempat galian tambang emas dan akan sulit untuk di perbaharui kembali seperti semula. 

2.       Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing
Tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan investor-investor asing. Kita tahu bahwa sumber daya manusia yang di miliki indonesia masih agak kurang memadai untuk berdiri sendiri mengelola potensi-potensi alamnya. Seperi contoh di papua, pertambangan emas telah dikuasai investor asing untuk mengelolanya karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi di Indonesia. Selain itu, Pemerintah daerah tentunya akan lebih senang jika proyek pembangunan dipegang oleh investor asing karena pasti investor asing akan berani membayar mahal untuk mendapatkan hasil alam misalnya bijih emas. Untuk itu perlu disiasati bagaimana agar investor domestik dapat bersaing deng
an investor asing.

Sektor Jasa

Keuntungan:

1.       Biaya Startup yang Lebih Rendah
Salah satu keuntungan utama dari sektor tersier adalah memiliki hambatan yang jauh lebih rendah untuk masuk daripada memulai bisnis yang berhubungan dengan produk fisik. Misalnya, pembukaan usaha manufaktur atau ritel membutuhkan pengeluaran uang besar yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Ketika perusahaan melakukan perampingan, para pekerja berusaha untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas karier mereka yang tertarik pada manfaat dari sektor tersier. Industri sesuai permintaan telah membantu seperti perawatan anjing, berjalan anjing, membersihkan rumah, duduk di rumah, belanja pribadi, konsultasi, dan pembuatan konten. Orang-orang ini dapat mulai di rumah, menghemat uang yang dapat mereka arahkan untuk membangun bisnis mereka.

2.       Kurangnya Persediaan dan Manufaktur
Keuntungan lain dari bisnis jasa yang dalam banyak hal, perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, dan tidak perlu khawatir tentang produk manufaktur. Dalam kebanyakan kasus, Anda menjual layanan yang tidak memerlukan produk fisik yang sesuai. Tujuan Anda adalah untuk memudahkan pelanggan Anda untuk membuat kehidupan sehari-hari mereka lebih nyaman. Misalnya, jika Anda menjual polis asuransi, Anda cukup berkomunikasi dengan klien dan setelah Anda melakukan penjualan, Anda pindah ke klien berikutnya tanpa khawatir tentang kelebihan kebijakan di kantor Anda, atau menunggu lebih banyak kebijakan dibuat. Ini membebaskan Anda untuk fokus pada layanan Anda, yang merupakan salah satu manfaat besar dari sektor tersier.

3.       Memungkinkan Pemasaran Lokal
Keuntungan dari sektor tersier juga mencakup fakta bahwa banyak bisnis jasa adalah lokal. Jika Anda memiliki perusahaan berbasis layanan, Anda tidak perlu bersaing dengan waralaba dan perusahaan yang mendominasi industri ritel. Alih-alih, Anda dapat memfokuskan upaya Anda pada penyediaan layanan di dalam area lokal yang Anda targetkan, dan mengambil keuntungan dari pemasaran seluler yang dapat menunjukkan dengan tepat kepada pelanggan Anda dan mengirim mereka promosi, konten, dan diskon yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

4.       Beradaptasi dengan Mengubah Keinginan dan Kebutuhan
Penting bagi perusahaan jasa yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pelanggan mereka, jauh lebih cepat daripada perusahaan berbasis produk. Misalnya, katakanlah Anda memiliki perusahaan yang secara eksklusif menjual tokoh aksi laki-laki, tetapi permintaan pasar berubah dan menjadikan tokoh aksi perempuan lebih populer. Anda butuh berbulan-bulan untuk beradaptasi dengan perubahan permintaan ini, yang berarti Anda akan kehilangan bisnis baru itu. Sebaliknya, manfaat dari sektor tersier adalah Anda dapat dengan cepat beradaptasi dengan tuntutan baru. Jika Anda memiliki perusahaan pipa ledeng, misalnya, dan pelanggan Anda akan mulai meminta tukang ledeng yang bersih dan berbau harum, mudah untuk mengirim para profesional yang datang dalam panggilan layanan, kemeja bersih yang dimasukkan ke celana mereka. Yang perlu Anda lakukan hanyalah membawa baju ganti dan mereka menggunakan cologne. Ini adalah keuntungan yang signifikan dari bisnis jasa dibandingkan pengecer. 
 
Kekurangan:

1.      Tidak berwujud
Tidak seperti produk, layanan tidak berwujud. Ini berarti bahwa tidak ada yang diperlihatkan atau ditampilkan untuk calon pembeli. Untuk mengatasi masalah ini, tenaga penjualan harus mencoba "membuat produk" layanan mereka, seperti yang ditulis oleh Susan LaPlante-Dube dari Entrepreneur Magazine. Misalnya, tenaga penjualan dapat menempatkan layanan mereka dalam paket, menawarkan lebih banyak fitur dengan bayaran lebih tinggi. Salon dapat menawarkan paket spa yang mencakup shampo dan pijat kulit kepala dan paket jam makan siang, yang hanya trim cepat - tanpa embel-embel. Menjadi cukup kreatif untuk mengubah suatu layanan menjadi suatu produk dapat menjadi tantangan, dan cara-cara di mana Anda memproduksinya harus secara terus-menerus dievaluasi kembali ketika para pesaing mulai mengerti.

2.      Individualitas
Banyak layanan diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan satu individu atau perusahaan. Tidak seperti produk, ada sedikit produksi massal. Dalam kebanyakan kasus, setiap proyek membutuhkan upaya dan keterampilan baru, dan sulit untuk mengalihkan upaya dan keterampilan itu dari satu proyek ke proyek berikutnya. Misalnya, jika Anda seorang desainer grafis yang membuat logo untuk satu perusahaan, Anda tidak bisa keluar dan menjual logo yang sama ke perusahaan lain. Anda harus mulai dari awal. Namun, ada beberapa manfaat dari kerugian menjual layanan ini - saat Anda menyelesaikan lebih banyak proyek, Anda mendapatkan ide yang lebih baik tentang apa yang dapat Anda tawarkan kepada klien baru.

 Pembangunan Tanpa Perubahan Struktur Ekonomi

       Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat dilaksanakan kaena perubahan struktur ekonomi menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yan dialami suatu Negara. Oleh karena itu, pembangunan Negara sedang dalam proses apabila telah timbul suatu perubahan struktur ekonomi tersebut. Seperti pembagian dua bidang ekonomi dimana pada bidang pertama  membahas tentang beberapa sector yaitu pertanian,industry , dan jasa yang merupakan penghasilan untuk suatu Negara khususnya untuk pembangunan yang akan dilaksanakan.  Dalam hal ini perubahan struktur ekonomi diperlukan karna beberapa alasan salah satunya adalah untuk memajukan perkembangan teknologi suatu Negara. Suatu Negara dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, membawa efek maju dalam perkembangan Negara tersebut dikarenakan teknologi yang semakin mempermudah perkerjaan sehingga merubah pola pikir masyarakat yang akan berdampak positif untuk wawasan ketenagakerjaan. Dampak tersebut merupakan perubahan struktur ekonomi dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang berdaampingan dngan pembangunan ekonomi suatu Negara.

Perubahan Struktur ekonomi dalam proses pembangunan 

 Dalam ilmu ekonomi, perubahan struktural adalah pergeseran atau perubahan dalam cara dasar pasar atau fungsi ekonomi atau beroperasi.

Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti pembangunan ekonomi, pergeseran global dalam modal dan tenaga kerja, perubahan dalam ketersediaan sumber daya karena perang atau bencana alam atau penemuan atau menipisnya sumber daya alam, atau perubahan dalam sistem politik. Misalnya, ekonomi subsisten dapat diubah menjadi ekonomi manufaktur, atau ekonomi campuran yang diatur dapat diliberalisasi. Penggerak perubahan struktural saat ini dalam ekonomi dunia adalah globalisasi. Perubahan struktural dimungkinkan karena sifat dinamis dari sistem ekonomi.

Pola dan perubahan dalam pekerjaan sektoral mendorong permintaan bergeser melalui elastisitas pendapatan. Pergeseran permintaan untuk barang-barang yang bersumber secara lokal dan untuk produk-produk impor adalah bagian mendasar dari pengembangan. Perubahan struktural yang menggerakkan negara melalui proses pembangunan sering dipandang dalam hal pergeseran dari primer, ke sekunder dan akhirnya, ke produksi tersier. Kemajuan teknis dipandang sebagai hal yang penting dalam proses perubahan struktural karena melibatkan keusangan keterampilan, panggilan, dan perubahan permanen dalam pengeluaran dan produksi yang mengakibatkan pengangguran struktural.

Secara historis, perubahan struktural tidak selalu semata-mata menjadi lebih baik. Pembagian Korea dan jalur pembangunan terpisah yang diambil oleh masing-masing negara mencontohkan ini. Korea di bawah pemerintahan Jepang relatif seragam dalam struktur ekonomi, tetapi setelah Perang Dunia II, kedua negara mengalami perubahan struktural yang berbeda secara drastis karena struktur politik yang sangat berbeda.
 Ekonomi Korea Selatan sebelum tahun 1950-an sebagian besar terdiri dari pertanian. Selama 1960-an dan 1970-an, Korea mulai mengubah struktur mereka menjadi IT, teknologi sistem mikro, dan juga layanan. Lebih dari 50% dunia menggunakan smartphone Samsung, yang kantor pusatnya berlokasi di sana. Saat ini, ekonomi Korea Selatan adalah sistem ekonomi terkuat ke-15.

Di Area Ruhr (Ruhrgebiet) di Jerman, ekonomi sebagian besar ditandai oleh industri batubara dan baja. Selama dan setelah krisis batubara dimulai pada 1960-an dan 1970-an, area ini mulai mengubah struktur ekonominya menjadi layanan, TI, dan logistik. Kota Dortmund membuka pusat teknologi pertama bernama "Technologiepark Dortmund" pada 1980-an. Perusahaan termasuk Signal Iduna dan Wilo berbasis di sana.
Perubahan struktural dapat diprakarsai oleh keputusan kebijakan atau perubahan permanen dalam sumber daya, populasi atau masyarakat. Jatuhnya komunisme, misalnya, adalah perubahan politik yang memiliki implikasi ekonomi yang luas.     

Menghiraukan kelestarian lingkungan dalam mengembangkan pertumbuhan.

Kita memiliki upaya untuk mengelola SDA dan lingkungan hidup lebih baik. Kita memiliki harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin rawan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Berdirinya pabrik-pabrik pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asingpun juga ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah penyebab kerusakan lingkungan alam. Tak benar juga kita selalu menyalahkan pemerintah sepenuhnya.

Disisi lain tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri.

Khusus untuk mengatasi masalah lingkungan hidup, pemerintah membuat Undang-undang no.23 tahun 1997 mengenai lingkungan hidup, tetapi kita juga harus mengawasi dan menjalankan UU tersebut sebagai pedoman etika bergaul dengan lingkungan hidup karena kita tidak bisa hidup jika kita tidak bersahabat dengan lingkungan alam kita.

Sumber:
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0016328780900919?via%3Dihub