Senin, 29 April 2019

Inflasi


Inflasi adalah dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuidtas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Revaluasi adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing. Revaluasi bisa terjadi karena adanya kebijakan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian. Dengan kata lain, ada intervensi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Secara umum mungkin dengan kebijakan revaluasi menandakan bahwa perekonomian negara semakin membaik. Namun dari sisi lain, kebijakan revaluasi bisa memberikan dampak positif dan juga negatif pada ekonomi masyarakat terutama pada bisnis yang menggeluti sektor ekspor-impor. Singkatnya revaluasi dapat berdampak pada nilai tukar rupiah sehingga mempengaruhi besaran harga yang harus dibayarkan atau diterima oleh pebisnis ekspor-impor. 

devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari sumber selain kredit/pinjaman, misalnya penerimaan bunga modal, penyelenggaraan jasa, dan hasil ekspor.

Valuta asing merupakan mata uang yang diakui, digunakan, dipakai, dan juga diterima sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Valuta asing yang banyak dipakai biasanya merupakan mata uang suatu negara yang memiliki peranan ataupun kendali yang cukup besar dalam sistem perekonomian di seluruh dunia. Di seluruh dunia sendiri, valuta asing yang paling banyak digunakan adalah Dollar.

Apakah Inflasi selalu merugikan?
Tidak. Inflasi juga pertanda bahwa perekonomian suatu negara tumbuh. Karena, kenaikan harga-harga juga disebabkan oleh semakin tingginya daya beli masyarakat di negara tersebut. Kalau tidak ada inflasi, perekonomian negara tersebut tidak tumbuh.Inflasi itu ibarat gula. Dia memberi rasa manis pada minuman, yang tentunya membuatnya lebih nikmat. Tetapi jika kita menaburkan terlalu banyak gula pada minuman, bukan hanya terlalu manis tetapi juga memicu penyakit.
Inflasi, merupakan stimulus bagi perekonomian. Selama ekonomi itu tumbuh maka inflasi akan menyertai. Sebagai ilustrasi, bayangkan jika anda ingin membeli mobil,  melihat tren inflasi yang semakin rendah maka bisa jadi anda akan menunda untuk membeli mobil itu di tahun ini. Mengapa? Karena di tahun depan kemungkinan harga mobil akan semakin turun. Tetapi jika anda melihat ada tren inflasi yang meningkat, maka anda akan bersegera untuk membeli mobil tersebut. Transaksi yang tertunda mengakibatkan perekonomian yang stagnan sementara transaksi yang disegerakan akan membuat ekonomi semakin bergairah.
Tetapi inflasi yang terlalu tinggi juga tidak baik, karena ini hanya akan menggerus daya beli masyarakat. Sebagai contoh ekstrem adalah hiperinflasi yang terjadi di Zimbabwe pada medio 2008. Inflasi Zimbabwe di kala itu menyentuh titik yang tidak terbayangkan 79,600,000,000%. Ya saya tidak salah tulis 79,600,000,000%! Akibatnya, gaji orang-orang Zimbabwe bisa habis dalam tempo kurang dari setengah hari hanya untuk biaya transportasi. Dan apakah anda tahu berapa jumlah uang untuk bisa membeli sekerat roti? Tidak kurang dari satu triliun dolar Zimbabwe. Ya kira-kira satu gerobak penuh dengan uang. Dengan kondisi ini, alih-alih tumbuh, perekonomian malah semakin terpuruk dan rakyat semakin miskin. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya adalah manajemen pemerintahan yang buruk. Di era pemerintahan diktator Robert Mugabe, uang di cetak secara serampangan untuk membiayai perang dan gaya hidup mewah Presiden dan kerabatnya. Tanpa kontrol yang memadai, inflasi naik mengangkasa.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Dalam Suatu Negara
1.     Stabilitas politik dan perekonomian.
2.   Kebijakan dan langkah-langkah deregulasi dan debirokratisasi yang secara terus-menerus telah diambil oleh pemerintah dalam rangka penggairahan iklim investasi, dengan langkah-langkah tersebut berbagai bidang usaha dalam rangka penanaman modal menjadi lebih terbuka. Pembangunan kawasan industri, prasarana seperti jalan, telepon serta listrik yang saat ini dapat ditangani oleh swasta, diperkirakan akan lebih siap untuk dapat menunjang pelaksanaan investasi.
3.   Diberikannya fasilitas perpajakan khusus untuk daerah tertentu, seperti penundaan pajak pertambahan nilai di Indonesia Bagian Timur yang akan semakin merangsang bagi para investor untuk menanamkan modalnya di daerah yang belum begitu berkembang.
4.     Tersedianya sumber daya alam yang berlimpah seperti minyak bumi, gas, bahan tambang dan hasil hutan maupun iklim dan letak geografis serta kebudayaan, dan keindahan alam Indonesia tetap menjadi daya tarik tersendiri yang telah mengakibatkan tumbuhnya proyek-proyek yang bergerak di bidang industri kimia, industri perkayuan, industri kertas dan industri perhotelan (tourisme), yang sekarang menjadi sektor primadona yang banyak diminati para investor baik dalam rangka PMDN maupun PMA.
5.     Tersedianya sumber daya manusia dengan upah yang kompetitif memberikan pengaruh terhadap peningkatan minat investor pada proyek-proyek yang bersifat padat karya, seperti industri tekstil, industri sepatu dan mainan anak-anak.

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang. Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

Faktor-Faktor penyebab kemiskinan di Indonesia
  1. Tingkat Pendidikan yang Rendah , pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap orang. Bila seseorang tidak memenuhi kebutuhan pokoknya, tersebut tidak dapat dipenuhi oleh orang tersebut, dapat disimpulkan bahwa itulah penyebab kemiskinan. Dalam konteks ini penyebab kemiskinan adalah kebutuhan pokok yang merupakan pendidikan. Tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk kehidupannya. Sedangkan untuk dunia kerja maupun dunia usaha, pendidikan adalah modal untuk bersaing dalam mendapatkan kesejahteraan nantinya. Oleh karena itulah terjadi banyak pengangguran dan penyebab kemisikinan disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah ini
  2. Terbatasnya Lapangan Pekerjaan, Penyebab kemiskinan yang kedua adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Dengan terbatasnya lapangan kerja, masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhannya, karena dengan bekerjalah seseorang mendapatkan upah yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya tersebut. Keterbatasan lapangan pekerjaan akan membawa konsekuensi penyebab kemiskinan pada masyarakat. Bisa saja seseorang menciptakan lapangan kerja baru, tetapi kemunkinannya akan sangat kecil untuk masyarakat miskin karena keterbatasan keterampilan maupun modal.  Banyaknya pengangguran di suatu negara bisa juga menjadi patokan kemiskinan di suatu negara. Semakin besar jumlah pengangguran maka semakin bertambah pula penyebab kemiskinan di negara tersebut. Hal ini juga bisa deisebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi dan ketidakpastian arah politik dan kebijakan negara tersebut.
  3. Malas Bekerja
    Penyebab kemiskinan yang ketiga adalah malas bekerja. Hal ini yang paling sering menjangkiti seseorang yang tak ingin maju dan beranggapan bahwa kemiskinan itu adalah takdir.Hal-hal tersebut membuat seseorang tidak bergairah dan bersikap acuh tak acuh untuk bekerja, dan mengantarkan mereka kepada kemiskinan dan membuat kesejahteraannya menghilang.
  4. Beban Hidup Keluarga, Hal ini juga merupakan hal yang cukup signifikan. Ketika sesorang memiliki anggota keluarga yang banyak untuk dihidupi, beban hidupnya tentu saja kan bertambah pula. Dengan begitu seseorang diharuskan untuk meningkatkan pendapatannya sesuai dengan berapa jumlah anggota yang harus dihidupinya. 
  5.  Keterbatasan Sumber Daya (Alam Maupun Modal), Suatu masyarakat bisanya akan dilanda kemiskinan salah satunya karena keterbatasan sumber daya alam ataupun sumber modal. Hal ini terjadi karena alam sekitar yang memang tidak lagi memberikan keuntungan. Ketika sumber daya alam miskin atau tidak dapat diolah lagi, itulah salah satu penyebab kemiskinan. Terkadang hal tersebut terjadi memang bukan karena kehendak masing masing orang. Bisa saja hal tersebut terjadi karena bencana alam yang melanda suatu daerah. Bencana alam akan menyebabkan semua potensi alam, infrastruktur maupun kondisi psikologis orang orang yang terdampak mengalami kerusakan. Kadang hal tersebut dapat diatasi dan kadang bahkan tidak ada yang bisa berbuat apa apa. Untuk mengatasi kerusakan kerusakan tersebut biasanya juga dibutuhkan waktu yang sangat lama. Selain itu, dari bencana alam, banyak orang orang yang kehilangan harta bendanya, sehingga langsung jatuh miskin setelah itu. Selain itu, keterbatasan modal juga menghambat perkembangan seseorang. Apalagi untuk orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak hanya modal material, orang tersebut juga akan memiliki keterbatasan modal keterampilan atau pengetahuan. Hal ini tentunya menjadi penyebab kemiskinan yang juga cukup serius.
 Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi

https://hot.liputan6.com/read/3936545/5-penyebab-kemiskinan-dan-definisinya-yang-wajib-diketahui
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-valuta-asing-dan-fungsinya/
https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/akuntansi/pengertian-revaluasi.html
http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/faktor-yang-mempengaruhi-investasi.html