Sabtu, 03 November 2018

Bisnis Dan Permasalahannya


Bisnis merupakan usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit).

Sebenarnya tidak hanya itu, masih ada beberapa fungsi dari bisnis yaitu :
·        Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari fungsi produksi
·        Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau fungsi distribusi
·        Mengubah kepemilikan (possesive utility), yaitu fungsi penjualan
·        Menunda waktu kegunaan (Time utility), atau fungsi pemasaran
Sementara Steinhoff berpendapat bahwa ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu :
·        Mencari bahan mentah (acquiring raw material)
·        Mengubah bahan mentah menjadi barang jadi (manufacturing raw materials into product)
·        Menyalurkan barang yang sudah jadi tersebut ketangan konsumen (distributing product to consumers)
Pengertian Bisnis Menurut Griffin dan Ebert (1996):
“Business is an organization that provides goods or services in order to earn provit.” Sejarah dengan defenisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan prifit atau (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan  laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

Ada banyak macam jenis bisnis yang umumya kita ketahui, macam-macam bisnis ini dapat dikelompokkan berdasarkan aktivitasnya, yaitu :
  • Manufaktur adalah suatu proses pengolahan barang non jasa yang bersifat fisik, kata manufaktur sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “manus faktus” yang artinya dibuat atau diolah dengan menggunakan tangan. Contoh bisnis manufaktur adalah pabrik pembuatan batu bata dan tempe.
  • Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan, produksi jasa dapat terikat atau tidak terikat pada suatu produk fisik. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi konsumen adalah distributor dan konsumen. Contoh toko waralaba.
  • Bisnis Pertanian dan Pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman dan barang tambang seperti minyak bumi dan batu bara.
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis Transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain. Contohnya Travel.

Perbedaan bisnis mengejar keuntungan dan yang tidak mengejar keuntungan :

1.    Bisnis yang hanya mengejar keuntungan saja yaitu serangkaian usaha yang dilakukan oleh si pembisnis tersebut yang menawarkan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan/laba demi penghasilan untuk kebutuhan mereka. Contoh : Bisnis di bidang keuangan/ perbankan, asuransi, tekstil, dll. 

2.    Bisnis yang tidak mengejar keuntungan yaitu pembisnis yang menjual barang dan jasa guna untuk memberikan manfaat produk yang mereka jual supaya produk tersebut bermanfaat bagi konsumen yang membelinya dan tidak terlalu mementingkan seberapa besar keuntungan yang mereka dapat.

Misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja. Arti koperasi sendiri adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Jadi tidak semua bisnis dilakukan untuk mengejar keuntungan individu tetapi juga ada bisnis yang dilakukan untuk mensejahterakan kepentingan orang banyak.

Semakin meningkatnya peradaban manusia yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk, perekonomian, ilmu pengetahuan, dan teknologi maka semakin luas dan rumit persoalan perekonomian yang dihadapi manusia. Permasalahan yang dihadapi Produsen tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan manusia saja, tetapi juga tentang bagaimana mengatur dan melayani jutaan orang yang memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang selalu meningkat dan berubah-ubah. Meskipun pada dasarnya masalah ekonomi itu tetap saja berada dalam lingkup yang sama, yaitu masalah produksi, distribusi, dan konsumsi, namun situasinya sudah semakin rumit dan bervariasi.

1.    Persaingan Global

Ada saat ketika “Made in America” memiliki bobot yang lebih berat daripada hari ini. Ketika produsen mulai melihat persaingan luar negeri mengambil alih bagian dari pangsa pasar mereka mulai tahun 1970-an, banyak yang gagal mengubah model dan proses bisnis mereka untuk beradaptasi.

Untuk membantu memerangi persaingan global, produsen perlu membuat nilai mereka diketahui di pasar. Jika biaya Anda lebih tinggi daripada yang lain, ini bahkan lebih penting dan mengharuskan Anda untuk memfokuskan pesan seputar keahlian orang-orang Anda, luasnya layanan Anda, kecepatan ke pasar, inovasi, efisiensi rantai suplai dan banyak lagi - hal-hal yang menyederhanakan pelanggan hidup dan mengurangi risiko yang terkait dengan kualitas yang buruk dan garis waktu yang lamban. Mendemonstrasikan pemahaman yang mendalam tentang industri pelanggan Anda juga akan membantu memantapkan kemitraan yang saling menguntungkan.

2.    Cybersecurity

Seiring kemajuan teknologi, begitu juga upaya penjahat dunia maya. Peretas tidak hanya tertarik untuk mencuri data; mereka juga melakukan upaya mereka untuk menahan sandera data. Serangan Ransomware meningkat 50% tahun lalu saja, dan sektor manufaktur dapat mengharapkan risiko yang lebih besar karena mereka mengintegrasikan lebih banyak teknologi. Peretas dapat mengakses jaringan TI perusahaan dan mendapatkan akses ke perangkat lunak robot mereka, misalnya, mematikan seluruh lini produksi hingga tuntutan pembayaran mereka terpenuhi.

Senjata terbaik untuk memerangi serangan cyber adalah memastikan bahwa semua perangkat lunak keamanan komputer diperbarui secara rutin, dan mendidik karyawan tentang tanda-tanda peringatan bahwa Anda dilanggar. Salah satu cara cybercriminal masuk ke jaringan Anda adalah melalui email. Salah satu klien kami memiliki daftar petunjuk bermanfaat yang dapat menunjukkan jika email adalah penipuan phishing yang mungkin Anda temukan bermanfaat dalam menghindari pelanggaran yang dapat sangat merugikan organisasi Anda.

3.    Kepatuhan dengan Hukum dan Peraturan

Karena pabrikan terus mengembangkan produk baru dan memperluas bisnis mereka ke dalam batas baru, semakin rumit untuk mematuhi hukum dan peraturan lokal dan internasional. Standar semacam itu memiliki potensi untuk mempengaruhi semua kegiatan utama di sektor manufaktur — mulai dari pengadaan dan produksi hingga distribusi dan ritel, manajemen aset, dan sumber daya manusia.

Sebagai perusahaan menengah dan terutama perusahaan besar yang sering beroperasi di lebih dari satu wilayah atau negara, mereka harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang mengatur sambil mematuhi berbagai keamanan, keuangan, keselamatan, tenaga kerja, dan banyak standar lokal, nasional, dan multinasional lainnya. Peraturan-peraturan ini dimaksudkan untuk tujuan umum menyediakan lingkungan bisnis yang merangsang dan sering mengarahkan produksi barang dan jasa yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen, masyarakat, dan lingkungan. Dan, tentu saja, negara yang berbeda memiliki peraturan yang berbeda. Bahkan di negara-negara dengan standar kepatuhan umum yang sama, perbedaan dalam peraturan khusus ada, seperti, misalnya, dalam tata letak dokumen keselamatan atau rincian yang termasuk dalam laporan akuntansi.

Penandatanganan peraturan Aturan peraturan kinerja membawa lapisan tambahan kompleksitas untuk bisnis multinasional besar yang menghasilkan berbagai macam produk atau memberikan beberapa layanan kepada pelanggan mereka. Dokumen persyaratan kepatuhan segudang harus disimpan dan dipelihara dengan baik. Dan persyaratan ini harus diterapkan dan diikuti dengan benar, dan transaksi yang sesuai biasanya perlu sepenuhnya dapat diaudit.

Untuk organisasi besar, juga penting bahwa standar, kebijakan, dan prosedur internal dimasukkan ke dalam standar kepatuhan dari undang-undang yang mengatur. Meskipun aturan internal biasanya dibuat dengan persyaratan peraturan, mereka dapat diperluas dan dimodifikasi berdasarkan spesifikasi, strategi dan standar perusahaan, praktik terbaik, dan tradisi perusahaan. Dan diharapkan semua cabang dan subdivisi perusahaan akan mematuhi aturan ini.

4.    Masalah lingkungan

Banyak peraturan lokal dan regional mempengaruhi berbagai aspek proses manufaktur, dari kemampuan menggunakan bahan tertentu, paparan pekerja, hingga pembuangan limbah dan produk sampingan. Manufaktur pada dasarnya adalah lingkungan yang keras, sehingga memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja dengan perawatan dan peralatan yang tepat sangat penting. Membuang produk limbah dan program daur ulang untuk barang bekas dan bahan yang dikembalikan menambah biaya dan kerumitan dalam pembuatan, tetapi juga menghasilkan lingkungan yang lebih sehat dan perlindungan bagi pelanggan dan pekerja.

5.    Pindah Bidang Bisnis

Ada beberapa pengusaha yang mudah menyerah ketika mendapati bisnisnya sepi dan tidak berkembang. Misalnya Anda menjual sepatu dan sepi pesanan, lalu pindah ke bisnis furniture tapi tidak berkembang, kemudian pindah lagi ke bisnis lainnya. Hal inilah yang sebenarnya membuat bisnis Anda tidak berkembang. Jika Anda mendapati bisnis yang sepi dan tidak berkembang, yang harus Anda lakukan adalah fokus dan pikirkan strategi baru untuk mengembangkan bisnis.


Sumber : https://www.forbes.com/sites/theyec/2018/07/13/5-critical-business-issues-in-2018-and-beyond-to-consider/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar