A.
Pengertian
Perusahaan
Perusahaan adalah suatu organisasi
produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk
memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. (Basu Swastha dan Ibnu
Sukotjo, 2002; 12).
Dalam UU No. 8 Tahun 1997 tentang
dokumen perusahaan, yang dimaksud dengan perusahaan adalah setiap bentuk usaha
yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus dengan tujuan memperoleh
keuntungan dan atau laba, baik yang diselenggarakan perseorangan maupun badan
usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan
berkedudukan dalam wilayah NKRI
Dalam UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib
Daftar Perusahaan, yang dimaksud perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang
menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang
didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah NKRI untuk tujuan
memperoleh keuntungan dan atau laba.
Sedangkan menruut Molengraf dalam
bukunya Saliman, yang dinamakan perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang
dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan
penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan
barang-banrang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan (Abdul Rasyid
Saliman, 2005; 81).
Unsur-unsur Perusahaan
Dari beberapa pengertian perusahaan
diatas maka dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur perusahaan meliputi:
1. Badan Usaha
Bentuk legalitas sebuah badan usaha
adalah mendapatkan ijin dari negara dengan dibuatnya kata pendirian perusahaan
yang disahkan oleh institusi terkait. Setelah disahkan oleh instansi terkait,
maka badan usaha tersebut mendapatkan status badan hukum
2. Kegiatan dalam
Bidang Usaha atau Ekonomi
Kegiatan dalam bidang ekonomi ini, bisa
berupa menghasilkan barang (produk) dan bisa berupa jasa. Kedua bentuk kegiatan
ekonomi ini tidak boleh bertentangan dengan norma kesusilaan, tidak bertentangan
dengan kepentingan umum, dan tidak boleh melawan hukum.
3. Terus-menerus
Maksud dari terus menerus ini adalah
kegiatan ekonomi tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa henti sampai
jangka waktu yang telah ditetapkan dalam akta pendirian maupun dalam surat ijin
usaha perusahaan
4. Terang-terangan
Maksud dari terang-terangan adalah
dengan adanya pengakuan dari pemerintah dengan mengesahkan anggaran dasar yang
termuat dalam akta pendirian setrta diterbitkannnya surat ijin usaha.
5. Mencari Keuntungan
atau Laba
Perusahaan yang melakukan kegiatan
ekonomi adalah untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, asalkan perolehan
keuntungan tersebut legal dan sesuai dengan ketentuan UU.
6. Melakukan
Pembukuan
Pembukuan dalam perusahaan merupakan
kewajiban yang dilakukan perusahaan, karena telah diatur dalam KUHD, namun
istilah pembukuan ini berubah menjadi dokumen perusahaan setelah keluar UU No.
8 Tahun 1997. Adapun dokumen perusahaan terdiri dari 2 macam :
a. Dokumen keuangan,
terdiri dari catatan, bukti pembukuan dan data administrasi keuangan yang
merupakan bukti adanya hak dan kewajiban serta kegiatan usaha suatu perusahaan.
b. Dokumen lainnya,
terdiri dari data atau setiap tulisan yang berisi keterangan yang mempunyai
nilai guna bagi perusahaan meskipun tidak terkait langsung dengan dokumen
keuangan.
Contoh
jenis-jenis perusahaan :
1.
Perusahaan Manufaktur
2.
Perusahaan Dagang
3.
Perusahaan Jasa
4.
Perusahaan Perseorangan
5.
Perusahaan Persekutuan
2. Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan
sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ektern yang mempengaruhi perusahaan,
baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi
individu, perusahaan, dan masyarakat.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan
perusahaan:
1.
Lingkungan Fisik, Energi, dan Konservasi
Di lingkungan fisik berdampak negatif
yaitu terjadinya pencemaran udara, pencemaran air, atau pencemaran sampah. Dari
sumber energi dan konservasi perusahaan harus melakukan penghematan energi dan
konservasi energi yang akan berpengaruh pada kelestarian sumber-sumber yang ada
untuk jangka panjang.
- Lingkungan Perekonomian dan Perpajakan
Kota sebagai industri yang banyak
memberikan lapangan pekerjaan dan menjadi daerah pemasaran. Berdirinya
perusahaan dapat meningkatkan penghasilan pemerintah melalui pembayaran
pajak.
- Lingkungan Hukum
Kegiatan perusahaan berada di dalam suatu kerangka hukum,
sehingga faktor hukum mempengaruhi keputusan-keputusan serta
transaksi-transaksi dalam perusahaan.
- Lingkungan Pemerintah
Hubungan antara perusahaan dan
pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan
sumber-sumber ekonomi yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian
yang sehat.
- Lingkungan Internasional
Merupakan suatu konsep keseluruhan yang
luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian. Kekuatan ekonomi Negara-negara
tersebut di dukung oleh kegiatan dari perusahaan-perusahaan internasional,
yaitu membuat barang dan jasa untuk melayani konsumen di seluruh dunia.
Sedangkan lingkungan perusahaan terbagi menjadi dua,
yaitu :
1.
Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal adalah semua
kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan
(Chuck Williams, 2001; 51)
Disini lingkungan eksternal terbagi menjadi 2 :
a. Lingkungan ekstern
mikro, merupakan unsur-unsur tindakan langsung atau lingkungan khusus.
Lingkungan ekstern mikro terdiri dari :
- Pelanggan
(customer)
- Pesaing
(competitors)
- Pemasok
(supplier)
- Perwakilan-perwakilan
pemerintah
- Lembaga
keuangan
b. Lingkungan ekstern
makro, yang merupakan unsur-unsur tindakan tak langsung atau lingkungan umum.
Lingkungan ekstern makro terdiri dari :
- Ekonomi
- Teknologi
- Politik
hukum
- Sosial
budaya
2.
Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah kejadian dan
kecenderungan dalam suatu organisasi yang mempengaruhi manajemen, karyawan dan
budaya organisasi.
Yang termasuk lingkungan internal adalah :
a. Tenaga kerja
b. Peralatan dan
mesin
c. Permodalan
(pemilik, investor, pengelolaan dana)
d. Bahan mentah, bahan
setengah jadi, pergudangan
e. Sistem informasi
dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
C. Lembaga sosial
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga
kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan
prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan
bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Menurut John Lewis lembaga sosial adalah kumpulan
norma-norma dalam aktivitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. lembaga sosial
juga bisa didefinisikan sebagai suatu organisasi pemikiran dan pola perilaku
yang terwujud melalui aktivitas kemansyarakatan dan terdiri dari adat istiadat,
tata kelakuan, kebiasaan, dan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung
atau tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
contoh lembaga sosial dan asosiasinya :
1. Lembaga
Perkawinan : KUA (kantor urusan
agama)
2. Lembaga
Pendidikan : SMA, SMP, SD,
Perguruan Tinggi
3. Lembaga
Agama : Masjid, Gereja, Pura
4. Lembaga
Pemerintahan : Partai, Parlement
5. Lembaga
Perekonomian : PT, CV, Firma
Perbedaan perusahaan dan lembaga sosial
Perbedaan perusahaan dan lembaga social terletak pada
tujuannya. Perusahaan didirikan untuk mendapatkan keuntungan/profit sedangkan
lembaga social dibentuk bukan untuk
mendapat keuntungan melainkan untuk kepentingan bersama.
Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan salah
satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan
perusahaan. ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan
bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan efisiensi biaya
produksi. Dengan demikian, letak dan tempat kedudukan perusahaan harus
diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek
ekonomi maupun aspek teknis. Disamping pertimbangan terhadap kebutuhan pada
saat pendirian, pemilihan letak dan tempat kedudukan perusahaan harus pula
mempertimbangkan fleksibilitasnya terhadap kemungkinan rencana di masa depan
dalam hal perluasan pabrik, diversifikan produksi, daerah pemasaran hasil
produksi, perubahan dan perluasan bahan baku, dan sebagainya1. Tempat Kedudukan Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
2. Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
· Harga bahan mentah/bahan pembantu
· Tingkat upah buruh
· Tanah
· Pajak
· Tingkat bunga
· Biaya alat produksi tahan lama
· biaya atas jasa pihak ketiga
Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
1. Terikat keadaan alam
2. Terikat sejarah
3. Terikat oleh pemerintah
4. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti perusahaan timah, emas, minyak bumi, dan sebagainya. Sebagai contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di pulau Bangka. Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya mendukung dan sebagainya
2. Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. sebagai contoh,perusahaan batik banyak didirikan di Yogya, Karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Seni kerajinan ini kemudian menyebar luas ke sekitarnya dan pada umumnya dikerjakan masyarakat untuk mengisi waktu karena tidak ada perkerjaan di sawah. Dalam perkembangannya, kegiatan ini diorganisir dalam perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja andal di bidang pembatikan, disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitarnya.
3. Letak Perusahaan yang Ditetapkan Pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya. sebagai contoh, letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut, dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
4. Letak Perusahaan yang Dipengaruhi Faktor-Faktor Ekonomi
Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan bahan mentah dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar, dan kesesuaian iklim.
- Ketersediaan Bahan Mentah memungkinkan kesinambungan aktivitas perusahaan, karena tanpa bahan baku perusahaan tidak mungkin berkerja
- Ketersediaan Tenaga Air merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam bentuk mendukung kelancaran aktivitasnya disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan perusahaan
- Ketersediaan Tenaga Kerja yang melimpah dan murah merupakan pendukung faktor produksi variabel. Semakin murah tenaga kerja yang tersedia semakin rendah biaya produksi persatuan output yang dihasilkan perusahaan. Bila kelimpahan tenaga kerja tersebut diimbangi keahlian yang memadai, perusahaan akan semakin mampu bersaing, baik dalam hal harga meupun kualitas produk yang dihasilkan.
- Ketersediaan Modal sangat mendukung berkembangnya investasi. Perusahaan yang membutuhkan dukungan modal besar untuk perkembangannya, akan sangat memperhitungkan penawaran modal dengan bunga rendah
- Transportasi berpengaruh besar dalam pendistribusian produk. Kelancaran transportasi juga menjamin kelancaran pasokan bahan baku ke lokasi perusahaan
- Kedekatan Pasar merupakan faktor yang makin memudahkan terserapnya produk yang dihasilkan perusahaan tidak hanya berpengaruh terhadap kesinambungan produksi, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan buruh yang berkerja di perusahaan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pengaruh iklim terhadap ketahanan barang-barang modal, karena terkait dengan biaya penyusunan barang-barang modal yang pada akhirnya akan mempengaruhi biaya produksi.
Sumber:
https://wikidiff.com/institution/company
https://www.mageplaza.com/blog/what-are-internal-external-environmental-factors-that-affect-business.html
https://www.investopedia.com/terms/c/company.asp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar